SEMARANG, Kabarindo.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan turut memperkenalkan produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan berupa tepung mocaf dan beras mocaf pada gelaran Jateng Fair 2026 yang berlangsung di PRPP Semarang pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Ajang pameran terbesar di Jawa Tengah tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan dan kemandirian. Senin, (29/6).
Tepung dan beras mocaf merupakan produk unggulan Lapas Kelas IIB Nirbaya yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian berbasis pengolahan singkong. Melalui keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, tepung dan beras mocaf tidak hanya menjadi alternatif pangan lokal, tetapi juga mencerminkan komitmen Lapas Nirbaya dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta mendukung diversifikasi pangan dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Keikutsertaan produk unggulan tersebut dalam Jateng Fair 2026 menjadi bukti bahwa hasil pembinaan di Lapas tidak berhenti pada proses pelatihan semata, tetapi mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing dan layak dipasarkan kepada masyarakat. Selain memperluas jangkauan pemasaran, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan publik bahwa pembinaan di Lapas mampu melahirkan karya yang produktif, inovatif, dan bernilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih menyampaikan bahwa tepung dan beras mocaf merupakan simbol perubahan yang lahir dari proses pembinaan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas. Tepung dan beras mocaf ini bukan hanya produk pangan, tetapi juga menjadi representasi semangat pembinaan, pemberdayaan, dan harapan baru agar mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Jateng Fair 2026, Lapas Nirbaya berharap produk-produk hasil pembinaan semakin dikenal masyarakat, membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, serta mendorong terwujudnya pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat luas.








