News  

Lapas Karanganyar Terima Kunjungan Guna Penelitian Scoping Studies Manajemen Penanganan Warga Binaan Terorisme

CILACAP – Lapas Karanganyar Nusakambangan terima kunjungan Tin penelitian Scoping Studies dan Manajemen penanganan Warga Binaan Teroris. Kegiatan ini merupakan tindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.7-TI.04.02-0421 tanggal 26 september 2022 mengenai kegiatan penelitian scoping studies kolaborasi dalam manajemen penanganan warga binaan dan tahanan teroris oleh Ditjen PAS.

Tujuan dari dilaksanakannya scoping studies adalah untuk studi pendekatan yang ideal yang kedepannya dapat digunakan sebagai cara untuk menentukan ruang lingkup atau cakupan kumpulan literatur tentang topik tertentu dan memberikan indikasi yang jelas tentang volume literatur dan studi yang tersedia serta gambaran umum (luas atau terperinci) dari peneliti.

Penelitian ini merupakan kolaborasi dari Tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang bekerja sama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Center for Detention Studies (CDS), Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) dan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2).

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara secara langsung kepada para narasumber, pengamatan fakta dilapangan dan studi dokumen.

“Pada kesempatan ini kami mendapat kunjungan dari Tim Ditjenpas, AIDA, CSA dan YPP serta AIPJ2 untuk melaksanakan penelitian scoping studies manajemen kolaborasi penanganan WBP Terorisme. Sample wawancaranya adalah saya selaku Kepala, kemudian ada dari Kepala KPLP, Kasi Binadik dan Perwakilan Wali pemasyarakatan serta 1 warga binaan terorisme,” Ungkap Riko.

“Pelaksanaan kegiatan ini berujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan terkait penelitian Scoping Studies Manajemen Kolaborasi Penanganan Warga Binaan dan Tahanan Kasus Terorisme. Jadi Tim melakukan wawancara, studi dokumen dan lapangan untuk menggali lebih jauh guna nantinya dapat menjadi materi pendukung dalam penyusunan hasil penelitian,” Tutur Riko.

“Kami menyampaikan data mengenai pembinaan warga binaan terorisme disini, serta menjawab dan mengenalkan pelaksanaan tugas disini. Sebagai salah satu sample yang memiliki kekhususan dari segi sistem kamar dan SOP, kami berharap data yang kami berikan akan membantu mendukung adanya penelitian ini,” Tutup Riko.

Program ini menjadi salah satu terobosan dari Ditjenpas dan para kolaborator untuk keberhasilan penanganan terorisme di Indonesia. Melalui penelitian bersama ini, diharapkan dapat diketahui gambaran utuh mengenai kebijakan, kegiatan, dan aktor yang terlibat dalam penanganan warga binaan dan tahanan kasus terorisme, baik yang terdokumentasi oleh Ditjen PAS maupun yang tidak. Pada akhirnya, akan dibangun sebuah model praktik baik kolaborasi dalam manajemen penanganan warga binaan dan tahanan kasus terorisme.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *