Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Papua Evakuasi Barusan Introspeksi Diri Tidak Menyadarkan ASN Yang Kudis, Atasan Langsung Harus Tegas

PAPUA – Barisan tersendiri pada saat Apel pagi dengan papan nama “Introspeksi” untuk mengingatkan ASN ada budaya malu, namun sama sekali tidak membuahkan hasil yang baik karena setiap kali Apel. Semakin banyak ASN yang mengisi barisan tersebut.

Barisan Kudis (Kurang Disiplin) harus dievaluasi atasan langsungnya dan segera menertibkan untuk Disiplin mengikuti Apel pagi, penegasan ini disampaikan langsung oleh Anthonius M. Ayorbaba, saat memimpin Apel pagi ini, di halaman Kantor Bapas Kelas II Jayapura, Senin (12/09/2022).

Anthonius M. Ayorbaba, SH.,M.Si dalam arahannya menegaskan seluruh atasan langsung senantiasa mengingatkan bawahannya agar selalu hadir dalam Apel. Evaluasi pada pada barisan Introspeksi semakin hari, semakin meningkat sehingga dinilai ASN tidak serius dalam mengatur diri sendiri dalam mengedepankan integritas Ijin tanpa ada bukti tertulis tidak akan diproses, upaya ini akan terus dilakukan untuk menyadarkan ASN kita, untuk mengatur waktu dan pola kerjanya untuk menuju sebuah keteraturan dalam menata diri.

Kita semua harus menjadi contoh yang baik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ASN yang hadir Apel pagi ini. Kita masih hanya berpedoman pada Apel belum mengarah ke kinerja, maka ke depan harus menjadi perhatian. Perhatian kita pada Bulan September yang sudah memasuki Tri Wulan IV agar setiap Divisi segera memasukan Agenda kegiatan di Bulan berjalan termasuk bulan Oktober untuk diketahui Sekjen Kemenkumham RI.

Dari hasil komunikasi dengan Kakanwil Dirjen Perbendaharaan bulan ini bilah dilakukan revisi anggaran. Sementara untuk halaman 3 DIPA agar mempedomani apa yang ditegaskan Kakanwil Dirjen Perbendaharaan direvisi hanya sampai batas 4 Oktober 2022, di atasnya sudah tidak diperbolehkan, hal ini mengikuti arahan Sekjen tidak lagi terjadi penumpukan anggaran di Akhir tahun karena memberikan peluang untuk di salah gunakan.

Hal ini ditindak lanjuti kepada Jajaran Imigrasi Kelas I TPI Jayapura yang penyerapan anggaran sangat kecil dan 4 Bulan ke depan anggaran tersebut harus diselesaikan, karena akan dinilai pusat. Kepada semua yang melakukan Perjalanan Dinas, setelah 3 hari laporan segera dimasukan jika lambat akan mengganggu proses pencairan dan semua wajib mengikuti mekanisme yang ada.

“Penertiban administrasi keuangan itu harus tertib supaya tidak menjadi masalah,” Ujar Ayorbaba.

Penegasan kepada Jajaran Keimigrasian agar bekerja harus profesional mengingat Presiden langsung menegur Menteri Hukum dan HAM RI agar segera mengganti Dirjen Imigrasi dan pejabat di bawahnya mengingat izin Tinggal dan Kitas bagi Investor Asing harus dipermudah.

“Model perencanaan kinerja kita harus berubah, model kerja harus berubah, asas kepatuhan harus menjadi perhatian kita,” tegas Kakanwil.

Kakanwil Papua secara tegas meminta Kepala Divisi Keimigrasian dan Jajaran segera melakukan evaluasi menyeluruh dan segera meninggalkan gaya-gaya lama agar kepentingan rakyat di dahulukan. Menteri saya perintahkan segera ganti semua dari jabatan hingga ke bawah (Pernyataan Presiden).

Kakanwil mengingatkan Jajaran Pemasyarakatan agar bekerja yang sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan yang ada sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Ini harus memberi kesadaran bagi ASN Jajaran Kanwil Kemenkumham Papua, layanilah Masyarakat dengan senyuman bagi mereka yang ingin mendapat akses pelayanan,” Tutup Ayorbaba.

Turut hadir Pimti Pratama Kanwil Kemenkumham Papua, Pejabat Administrator, Pengawas, JFT, JFU Kabapas Jayapura bersama Jajaran.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *