News  

Rutan Kelas I Pondok Bambu Dorong Pembinaan Psikososial Warga Binaan melalui Program “Kakak Mendengar”

Jakarta Timur, Kabarindo.id – Rutan Kelas I Pondok Bambu terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis serta kemampuan warga binaan dalam menghadapi berbagai persoalan selama menjalani masa pembinaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program “Kakak Mendengar” yang diselenggarakan oleh Komunitas Sejuta Tangan: Stop The Stigma di Rutan Kelas I Pondok Bambu, Senin (5/10).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.30 WIB tersebut menjadi bagian dari pendampingan psikologis dan dukungan psikososial bagi warga binaan. Program ini memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi peserta untuk menyampaikan permasalahan, perasaan, maupun pengalaman yang sedang dihadapi. Dalam pelaksanaannya, prinsip kerahasiaan, penghargaan terhadap peserta, kenyamanan, serta batasan etika dalam proses pendampingan menjadi perhatian.

Kehidupan di lingkungan pemasyarakatan dapat menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan kemampuan adaptasi. Sejumlah persoalan yang dapat dihadapi warga binaan antara lain kesulitan mengendalikan emosi, rasa menyesal atau bersalah, konflik dengan keluarga, kesulitan menerima kondisi selama menjalani pembinaan, kehilangan motivasi, hingga kekhawatiran dalam menghadapi kehidupan setelah bebas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak cukup hanya dilihat dari perubahan perilaku yang tampak. Kemampuan seseorang untuk memahami persoalan, mengenali emosi, mengelola respons, serta menentukan langkah yang lebih konstruktif juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan.

Melalui konsep “mendengarkan tanpa menghakimi”, program ini berupaya membangun ruang komunikasi yang memungkinkan warga binaan menyampaikan pengalaman dan perasaannya secara terbuka. Pendekatan tersebut menjadi penting karena stigma dan pelabelan dapat menjadi hambatan bagi seseorang dalam memperoleh dukungan sosial yang dibutuhkan. Komunitas Sejuta Tangan melalui program ini turut mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif, empatik, suportif, serta bebas dari prasangka dan diskriminasi.

Program “Kakak Mendengar” tidak berhenti pada aktivitas berbagi cerita. Sesi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi masalah, eksplorasi masalah, penentuan tujuan, pencarian alternatif solusi, pemilihan solusi yang realistis, hingga evaluasi dan komitmen.

Pada tahap identifikasi dan eksplorasi, peserta diajak memahami persoalan yang sedang dihadapi, termasuk pemicu, pikiran dan perasaan yang muncul, perilaku yang dilakukan, serta dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk menentukan perubahan yang ingin dicapai dan mendiskusikan alternatif penyelesaian yang memungkinkan diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena solusi dalam proses pembinaan tidak dapat diseragamkan. Setiap warga binaan memiliki pengalaman, latar belakang, serta tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, perubahan yang diharapkan perlu dibangun berdasarkan kondisi yang dapat dipahami dan dijalankan oleh masing-masing individu. Program ini menekankan pentingnya strategi yang realistis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai masa seseorang selama berada di dalam Rutan, tetapi juga mengenai kesiapan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. Karena itu, penguatan kemampuan mengelola emosi, menghadapi konflik, membangun komunikasi, serta mengambil keputusan secara lebih terkontrol menjadi aspek yang relevan dalam proses pembinaan.

Melalui program “Kakak Mendengar”, warga binaan diharapkan mampu menemukan setidaknya satu solusi dan menyusun satu rencana tindakan pribadi yang realistis setelah mengikuti sesi. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu warga binaan membangun kemampuan menghadapi persoalan secara lebih adaptif serta mempersiapkan diri menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Bagi Rutan Kelas I Pondok Bambu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif dalam pelaksanaan pembinaan. Keamanan dan ketertiban tetap menjadi fondasi penyelenggaraan pemasyarakatan, namun pembinaan yang berkelanjutan juga membutuhkan pendekatan yang memperhatikan manusia sebagai individu dengan pengalaman, persoalan, dan kebutuhan yang beragam.

Ruang untuk didengar dan memperoleh dukungan secara tepat dapat menjadi salah satu unsur yang membantu warga binaan menjalani proses perubahan secara lebih terarah. Kolaborasi dengan Komunitas Sejuta Tangan melalui program “Kakak Mendengar” juga menunjukkan bahwa proses pembinaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dukungan yang diberikan dapat semakin komprehensif dan berkelanjutan.

Rutan Kelas I Pondok Bambu berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada perubahan positif. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan masa pidana, tetapi juga turut mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalankan peran secara lebih baik dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.