Usai di Terima Setya Lencana 30 Tahun Mengabdi di Kemenkumham, Putri Terbaik Asli Papua Tutup Usia

Papua – Yosephina Pulalo, Kepala Sub Bidang Lalulintas Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Papua tutup usia, usai menerima Penghargaan Setya Lencana 30 Tahun bekerja di Kemenkumham RI, Kanwil Papua.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kakanwil Kemenkumham Papua pada momentum HDKD ke 77 pada 19/8/2022 bertempat di Halaman Utama Kanwil Papua, Jln Raya Abepura Nomor 37 Kota Raja – Kota Jayapura – Papua.

Di mata rekan kerja dan ASN Jajaran Kanwil Kemenkumham Papua, Almarumah merupakan Orang baik dan memiliki kedisiplinan yang tinggi serta menjadi role model pada staf Bidang LalulintasKim.

Dalam sambutan Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M.Ayorbaba, SH.,M.Si menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Keluarga Pulalo dan Yoku yang telah melahirkan seorang Putri terbaik Papua untuk mendedikasikan diri di Kemenkumham RI.

Terima kasih kepada suami yang terus mendukung dalam tugas juga kedua anak kekasih yang terus mendukung Mama kekasih dalam menunaikan tugas di Kanwil Kemenkumham Papua.

Yosephina Pulalo adalah seorang Perempuan Asli Papua yang saat ini memiliki Pangkat yang tinggi dari sederet ASN Perempuan Papua yang bekerja di Kemenkumham RI.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Anthonius M.Ayorbaba berjanji akan memproses apa saja yang menjadi hak-hak dari Almaruhmah bagi keluarga, akan segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan Per UU yang berlaku.

“Semoga kehadiran kita di sini diberkati Tuhan dan memiliki pengharapan yang sungguh karena Tuhan sungguh baik dan terus bekerja untuk melayani Tuhan,” Ungkap Ayorbaba.

Penghujung sambutannya Anthonius M. Ayorbaba berpesan, Selamat jalan sahabat kami, rekan seperjuangan kami Ibu Yosephin Pulalo Tuhan menyebutmu di Sorga Abadi.

Usai menyampaikan sambutan, Kakanwil Papua juga menyerahkan bantuan dari Kanwil Kemenkumham Papua untuk Keluarga yang ditinggalkan, penyerahan diberikan kepada Suami terkasih dari Almarumah.

Dilanjutkan dengan Ibadah Pelepasan Jenazah yang dipimpin langsung oleh Pdt. Yoseph Toisuta, S.Th, GKI Onomi Flevau Sentani

Dalam Firman Tuhan yang terangkat dari Kitab Yeremia 29 : 10 – 14. Jadi, sebagai anak Tuhan kita yakin bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, asalkan kita ada dalam jalan Tuhan, maka itu akan membawa kebaikan (Rm. 8:28).

Bagaimana kalau kita mengalami hal buruk karena kesalahan kita? Bertobatlah dan minta pertolongan Tuhan.

Peristiwa buruk bukanlah akhir cerita, peristiwa Kematian yang dialami oleh Almarumah Yosephine Pulalo Tuhan bisa memulihkan masa depan kita. Ingat, kita ada dalam Kristus, yang telah melenyapkan segala penghukuman (Rm. 8:1).

Saya teringat dengan gambaran dari sebuah mozaik (dekorasi dari kepingan kaca berwarna yang membentuk gambar). Jika kita mengambil beberapa kepingan kaca secara acak, maka kita tidak akan menemukan keindahan apapun.

Tetapi ketika kepingan itu telah tersusun bersama ribuan kepingan lainnya, maka kita baru akan melihat sebuah karya seni yang indah. Begitulah hidup kita. Jika hanya melihatnya sepotong, maka bisa jadi hanya keburukan yang akan terlihat. Tetapi jika melihat keseluruhannya, apalagi itu kita lakukan ketika bertemu Tuhan di surga, maka tidak mungkin kita bisa membantah ada rancangan Tuhan yang indah di baliknya.

Demikianpun kita percaya Almarumah Yosephin Pulalo hari ini juga menghadap Tuhan di Firdaus bukti Iman Percaya dan apa yang dikerjakan selama di Dunia ini.

Ibadah pun dilanjutkan ke Tempat Peristirahatan terakhir di Kampung harapan ditandai dengan penyerahan jenazah oleh keluarga kepada Kanwil Kemenkumham Papua yang diserahkan langsung kepada Kakanwil, Anthonius M. Ayorbaba selanjutnya dimakamkan secara kedinasan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *