Bhakti ke-2, Lapas Jember Berbagi dengan Penarik Becak

JEMBER, Kabarindi.id – Memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada sejumlah penarik becak, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian Lapas Jember terhadap masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Bakti sosial ini diikuti pejabat struktural, jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Jember, serta perwakilan Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Jember. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima.

Kepala Lapas Kelas IIA Jember mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan membangun kedekatan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat.

“Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan PIPAS Cabang Lapas Jember, Evi Ibnu, menyampaikan bahwa keterlibatan PIPAS merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi.

“Kami senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga bantuan yang diberikan membawa manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian seperti ini terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan salah seorang penerima bantuan. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh keluarga besar Lapas Jember.

“Bantuan dan perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Lapas Jember. Semoga semakin sukses dan kegiatan berbagi seperti ini terus dilaksanakan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Jember berharap peringatan Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.