Gubernur Andra Soni Dorong ABM Perluas Pasar Hasil Pertanian

SERANG, Kabarindo.id – Kerja sama PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) Perseroda dengan PT Daesang Food Indonesia diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Banten.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua perusahaan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (3/11/2026).

Andra Soni mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah bagi BUMD untuk mengembangkan usaha dan memperluas kemitraan dengan sektor industri. Dengan demikian, keberadaan perusahaan daerah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Ini adalah MoU pertama dari ABM sejak kami melaksanakan perubahan tata kelola perusahaan,” ujar Andra Soni.

Direktur Utama PT ABM Perseroda, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama jangka panjang tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan bahan baku industri. Komoditas yang akan dipasok meliputi cabai segar, pasta cabai, tomat, dan pasta tomat.

Menurut Asep, PT Daesang Food Indonesia membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, bahkan hingga ratusan ton setiap bulan. Dalam kerja sama tersebut, ABM mendapat target pasokan minimum sebanyak empat ton per bulan, sedangkan jumlah maksimal akan disesuaikan dengan kemampuan produksi dan ketersediaan pasokan.

“ABM diberikan target minimum pasokan sebanyak empat ton per bulan, sementara batas maksimumnya disesuaikan dengan kapasitas suplai kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kontrak kerja sama akan dievaluasi setiap tahun untuk menentukan kelanjutan dan perpanjangan kemitraan.

Sementara itu, General Manager Legal PT Daesang Food Indonesia, Edi Handono, mengatakan perusahaannya selama ini menggunakan bahan baku asli Indonesia untuk memproduksi sejumlah produk, seperti pasta cabai, bubuk cabai, produk olahan tomat, hingga gula aren.

Edi menyebut Provinsi Banten dipilih sebagai salah satu pemasok bahan baku karena dinilai memiliki kualitas hasil pertanian yang baik.

“Perusahaan memilih Provinsi Banten sebagai pemasok bahan baku karena kualitas hasil taninya yang lebih baik,” kata Edi.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan industri, tetapi juga mampu membangun rantai pasok pertanian yang berkelanjutan. Keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok tersebut menjadi salah satu faktor penting agar peluang pasar baru dapat berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka.